Posts filled under #nasehat


 Ada kisah menyedihkan

Ada kisah menyedihkan Daun gugur untuk membagi nyawa pada daun-daun baru belum menikmati pagi, belum merasa malam, belum menggigil dalam salju, belum meranggas. sungguh pahlawan, benarkah? Maka pada suatu pagi aku bertanya pada daun-daun kecil: mungkinkah kelak kau ikhlas untuk turun tahta? dari naungan sebatang pohon, lewat dahan, disandarkan ranting. Dengan egois, ia menjawab: aku tidak ingin mati. Karenanya ia menua. namun, ia masih gigih. Karenanya musim beralih. namun, ia masih tak letih. Karenanya angin menjadi musuh. namun, ia tak tumbang. Maka saat teman-temannya telah lelah, menjingga, dan luruh satu satu. ia pun sebatang kara. Hingga layu dan daun baru (yang mungkin juga egois) mengganti. #ranting #daun #story #nasehat #nasehatdiri #green #google #socialmedia #instagram #photography #kuningan #jawabarat #indonesia #agustus #2017 #merindu

Al Habib Muhammad Al Bagi

Al Habib Muhammad Al Bagir bin Alwy bin Yahya :"Ketika hati berbicara tidak ada satu pun yang mampu mendengarkannya kecuali ALLAH..." _ Untaian nasehat al habib @muhammadalawy ______________________ #rasulullahsaw #rasulullah #rasulsaw #muhammadsaw #maulid #majelisrasul #majelisrasulullahsaw #maulidnabi #habibumar #habibumarbinhafidh #habibmunzir #sulthonulqulub #istiqlal #jalsatulitsnain #habibbaghir #habibbagir #nasehat #nasehatislam #kalamhikmah #dakwah #dakwahkreatif #dakwahislam #ramadhan #puasa #tawakal #sabar #istiqamah #jagalisan #ghibah #itikaf ..

 Syaikh Ibnu Utsaimin ber

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, Sebuah kata yang engkau ucapkan bisa menjadikannya menjauh darimu sejauh bintang di langit dan dengan sebuah kata yang engkau ucapkan bisa menjadikannya dekat hingga di sisimu (Asy- Syarhul Mumti XII/385) ... ... ... Wanita disamakan dengan kaca karena begitu cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho dan tidak tetapnya mereka (mudah berubah sikap dan pikiran) sebagaimana dengan kaca yang mudah untuk pecah dan tidak menerima kekerasan. ... ... ... Wanita adalah sesosok manusia yang dianugerahi dengan perasaan yang halus. Selembut-lembutnya hati seorang laki-laki masih lembut hati seorang wanita yang paling tegar sekalipun. Betapa hatinya bagaikan gelas-gelas kaca, sekali pecah hancur sampai berkeping-keping. ... ... ... Begitu sensitif hati seorang wanita, meskipun beberapa diantara mereka seperti tegar diantar muka. Namun ketahuilah, mereka menyimpan beban kesedihan yang mungkin tak ingin seseorangpun mengetahuinya. Meski para wanita mencoba menguburnya dengan rapi, pada akhirnya mereka akan menumpahkan semua perasaannya. Jikalau sedih, mungkin mereka akan menangis sejadi-jadinya ataupun menangis diam-diam. Memang, dasar hati seorang wanita sulit tuk ditebak. Maka perlu kehati-hatian dalam merawatnya. ... ... ... "Lembutlah kepada kaca-kaca (para wanita)" (HR. Bukhari Muslim) ... ... ... Rizka Maulidya Putri @elghurabaa ... ... #elghurabaa #istri #sholeha #istrisholeha #sahabathidup #perhiasanduniaakhirat #assunah #alilmu #suamiistribahagia #suamisholeh #buahhati #salaf #islam #islami #renungan #nasehat #lisan #syaikhulislam #SudahiAtauHalalkan . . . Follow @MuslimahCurhat Follow @MuslimahCurhat

#Repost @lensamu (@get_re

#Repost @lensamu (@get_repost) Pendidikan Dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan bermula karena saat itu banyak anak-anak balita pribumi yang bermain tanpa bimbingan orang tua karena harus bekerja sebagai buruh di perusahaan batik di sekitar Kauman. Melalui organisasi 'Aisyiyah, Nyai Ahmad Dahlan mengumpulkan anak-anak balita tersebut untuk diajak bermain dan belajar. Tidak hanya anak laki-laki yang diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan ini, anak perempuan pun diberikan akses yang sama oleh Nyai Ahmad Dahlan. Padahal saat itu pendidikan masih menjadi milik laki-laki. Selanjutnya pendidikan usia dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan itu diberi nama Froebel Kindergarten 'Aisyiyah. Nama Froebel Kindergarten 'Aisyiyah kemudian berubah nama menjadi 'Aisyiyah Bustanul Atfal yang artinya taman bermain anak Aisyiyah. Hingga saat ini, 'Aisyiyah telah memiliki Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Atfal (TK ABA) dan PAUD hingga 23.435, dan tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI sebagai lembaga pendidikan dini terbesar di Indonesia. Selain memiliki TK ABA dan PAUD, Aisyiyah juga merintis Taman Pendidikan Qur'an (TPQ), dan pendidikan sejenis yang berjumlah puluhan ribu dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Keberadaan TK ABA juga menginspirasi organisasi lainnya untuk mendirikan pendidikan sekolah sejenis. Melalui TK ABA yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan, bangsa Indonesia telah berhasil menyiapkan generasi balitanya menyongsong masa depan yang lebih baik. Pendidikan usia dini seperti TK ABA menjadi pondasi yang penting bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. . . #muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nyaiahmaddahlan #nyaiahmaddahlanthemovie #TKAba #peloporPAUD #perempuanhebat #pahlawan #aisyiyah

Pendidikan Dini yang diri

Pendidikan Dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan bermula karena saat itu banyak anak-anak balita pribumi yang bermain tanpa bimbingan orang tua karena harus bekerja sebagai buruh di perusahaan batik di sekitar Kauman. Melalui organisasi 'Aisyiyah, Nyai Ahmad Dahlan mengumpulkan anak-anak balita tersebut untuk diajak bermain dan belajar. Tidak hanya anak laki-laki yang diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan ini, anak perempuan pun diberikan akses yang sama oleh Nyai Ahmad Dahlan. Padahal saat itu pendidikan masih menjadi milik laki-laki. Selanjutnya pendidikan usia dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan itu diberi nama Froebel Kindergarten 'Aisyiyah. Nama Froebel Kindergarten 'Aisyiyah kemudian berubah nama menjadi 'Aisyiyah Bustanul Atfal yang artinya taman bermain anak Aisyiyah. Hingga saat ini, 'Aisyiyah telah memiliki Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Atfal (TK ABA) dan PAUD hingga 23.435, dan tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI sebagai lembaga pendidikan dini terbesar di Indonesia. Selain memiliki TK ABA dan PAUD, Aisyiyah juga merintis Taman Pendidikan Qur'an (TPQ), dan pendidikan sejenis yang berjumlah puluhan ribu dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Keberadaan TK ABA juga menginspirasi organisasi lainnya untuk mendirikan pendidikan sekolah sejenis. Melalui TK ABA yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan, bangsa Indonesia telah berhasil menyiapkan generasi balitanya menyongsong masa depan yang lebih baik. Pendidikan usia dini seperti TK ABA menjadi pondasi yang penting bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. . . #muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nyaiahmaddahlan #nyaiahmaddahlanthemovie #TKAba #peloporPAUD #perempuanhebat #pahlawan #aisyiyah #Repost @lensamu with @insta.save.repost

#maduramengaji - .
 " Dal

#maduramengaji - . " Dalil tentang larangan memotong rambut dan kuku bagi yang ingin berkurban " . #ustadzkhalidbasalamah . . . Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, . . Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut dan kulit yang tumbuh rambut sedikit pun juga. (HR. Muslim no. 1977) Dalam riwayat lain disebutkan, . . Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah (maksudnya: telah memasuki 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya. (HR. Muslim no. 1977). Larangan di atas berlaku saat sudah punya niatan berqurban, maka mulai dari 1 Dzulhijjah hingga hewan qurban disembelih tidak boleh memotong rambut, kuku, begitu pula kulit badannya. . . Madura Mengaji Ayo Share ! Dan gabung di grup WA madura mengaji CP : 087701445405 . . . Follow @madura.mengaji Media dakwah sunnah. . . sumber : #oktaryaofirdaus . #nasehat #berkurban #kurban #larangan #memotong #rambut #kuku #dakwahsunnah #dakwahtauhid #alquran #sunnah . #rodjatv #ustadzsyafiqrizabasalamah #ustadzsubhanbawazier #ustadzfirandaandirja

.
     .
Sesungguhnya aku

. . Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. (HR. Baihaqi) Sesungguhnya antara akhlak dengan aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya. Berdakwahlah dengan metode "bil hikmah wal mauidhotil hasanah" Insyaallah dengan pengantar yang baik, dan akhlak yang senantiasa baik, akan lebih mudah diterima orang-orang sekitar kita . . #sholawat #selawat #sedekah #berkah #islam #pemuda #nasehat #habib #ulama #aswaja #nusantara #indonesia #majelis #dzikir #maulid #kalam #mutiara #santri #keren #santriindonesia

TAHUKAH ANDA KENAPA SEKAR

TAHUKAH ANDA KENAPA SEKARANG PAYTREN DIMINATI BANYAK ORANG?! Ribuan Orang Tiap Hari Gabung Paytren Lebih dari 800 orang Mitra Paytren Kini Telah Berpenghasilan di atas 10 Juta Setiap Bulannya, .... Segera Ambil Bagian ... Jangan mau Jadi penonton Terus Menerus ... Sekarang Giliran Anda Ambil Bagian Siapapun Anda, Apapun Profesinya Pasti Bisa Menjalankan Bisnis Paytren dan Butuh Aplikasinya Terbukti! Aplikasinya Kaya Manfaat, Bisnisnya Mudah dan Menguntungkan Bisnis Berkah paytren Ust Yusuf Mansur ___________________________________ . Informasi & Registrasi Hub: Wa: 085693749422 #paytren #paytrendepok #paytrenbogor #paytrenbandung #paytrenjakarta #sulsel #viral #videoviral #muslim #tanyadokter #motivasi #inspirasi #muhasabah #hijab #hijabsyari #niqab #muslim #santri #ulama #mahasiswa #remaja #masyaallah #beraniberhijrah #Menakjubkan #parenting #subhanallah #tilawah #majlisrasulullah #nasehat #alquran #sholawat

Kalau kami mengingatkan i

Kalau kami mengingatkan itu bukan karena kami benci, sebaliknya.. Kami sayang sama antum. :). . "Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. " (QS Al-Ashr : 1-3) . . #dakwahtauhid #nasehat #sayang #benci #sabar

#Repost @miftahuttaubah.i

#Repost @miftahuttaubah.id with @instatoolsapp MEME CABUL . Video by @fuadbakh #fuadbakh . Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja! Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? . . Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain. Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup. . . "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yasin: 12) Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini? Selengkapnya silahkan search: "Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal" Atau link: www.infoyunik.com/2015/11/dua-dosa-yang-tetap-mengalir-meski.html?m=1 . . #muslim #islam #nasehat #mediasosial #media #meme #memekomik #instagram #memecabul #memes #stopmemecabul #dagelan #Repost: @fuadbakh via @renstapp

keutamaan berjalan ke mas

keutamaan berjalan ke masjid dan keutamaan menunggu shalat. : : (( )) : : (( )) Dari Abu Hurairahradhiyallahu anhu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda, Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Para sahabat berkata, Tentu, wahai Rasulullah. Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda, Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah yang namanya ribath (mencurahkan diri dalam ketaatan), itulah yang namanya ribath. (HR. Muslim, no. 251) #ibadah #sholat #nasehat #ingatmati

Jangan biarkan Anak-anak

Jangan biarkan Anak-anak Anda lebih mengidolakan tokoh fiktif buatan manusia yang penuh propaganda! Karena IDOLA TERBAIK adalah GENERASI TERBAIK Info Lengkap silahkan cek Bit.ly//syamsularifin #kaos #kaosdakwah #kaosanak #dakwah #islam #yukngaji #dakwahtauhid #tauhid #hijrah #kaosdakwahanak #kaosinspiratif #sunnah #janganlupangaji #quran #murottal #tadabur #kaosdakwahmurah #nasehat #istiqomah #ilmu #menuntutilmu #ibadah #iman #taqwa #backtomasjid #keepistiqomah #pejuangsubuh #pemudahijrah #pemudaistiqamah #taubatnasuha

Jangan biarkan Anak-anak

Jangan biarkan Anak-anak Anda lebih mengidolakan tokoh fiktif buatan manusia yang penuh propaganda! Karena IDOLA TERBAIK adalah GENERASI TERBAIK Info Lengkap silahkan cek Bit.ly//syamsularifin #kaos #kaosdakwah #kaosanak #dakwah #islam #yukngaji #dakwahtauhid #tauhid #hijrah #kaosdakwahanak #kaosinspiratif #sunnah #janganlupangaji #quran #murottal #tadabur #kaosdakwahmurah #nasehat #istiqomah #ilmu #menuntutilmu #ibadah #iman #taqwa #backtomasjid #keepistiqomah #pejuangsubuh #pemudahijrah #pemudaistiqamah #taubatnasuha

KEKUATAN ISTIGHFAR
(The p

KEKUATAN ISTIGHFAR (The power of istighfar) Voice : al-Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. hafidzahullahu ta`ala #shift #kajiansatumenit #akhyartv #madanitv #tamansurga #islamdiary #alhujjah #kajianustadzadihidayat #ustadzadihidayatlcma #ustadzadihidayat #adihidayat #ustadzmuda #ustadzjenius #ustadzcerdas #ustadzpintar #istighfar #nasehat #ilmu #motivasi #kalammutiara #muhasabbahdiri #renungansiang #selamatsiang Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu. (QS. Nuh : 10-12) Gugurkan dosa-dosamu dengan istighfar. Jangan tumpuk dosa kecilmu menjadi dosa besar. Jika kita tidak mampu berlomba dengan orang sholeh karena amal baiknya. Berlombalah dengan pendosa dalam istighfarnya. Apapun bentuk kesenangan & kebahagiaan yang diekspresikan oleh siapapun di muka bumi, sesungguhnya Allah lebih bahagia & lebih senang lagi terhadap hamba-Nya yang beristighfar. Coba, kurang baik apalagi Allah sama kita. Jadi kalau teman-teman ngebayangin ada seseorang yang sedang happy banget, lagi excited banget terhadap sesuatu, Allah lebih excited lagi terhadap hamba-Nya yang beristighfar. Jadi kalau mau buat Allah tersenyum, istighfar (astaghfirullaahal adzim). Allah tuh gak pendendam kayak kita, Allah itu membalas sesuai dengan amal, kalau kita gak istighfar baru dibalas. Tapi begitu kita istighfar, Allah lupain semua dosa kita, seolah-olah kita gak pernah ngecewain Allah sama sekali. Kita datang kepada Allah, "Rabbii, Astaghfiruka wa atuubu ilaika (aku memohon ampun dan bertaubat kepada Mu), Allah menjawab, "Hambaku,," (langsung dipeluk sama Allah didekap sama Allah, seolah-olah) Dari Sayyidina Ibnu Abbas radhiyallahu `anhu, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang selalu beristighfar (meminta ampun dari Allah), niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dari setiap kesempitan, kesenangan dari setiap kesedihan, dan memberi rezeki tanpa diduga olehnya." (HR. Abu Daud) Source : AkhyarTV . (Tag Share Keluarga & Sahabat Kesayanganmu ^^)

An extract on #nasehat

Malam Jahanam (novel, 1962) Badai Sampai Sore (drama, 1962) Tidak Menyerah (novel, 1963) Hari Ini Tak Ada Cinta (novel, 1963) Perempuan Itu Bernama Barabah (novel, 1963) Dosa Kita Semua (novel, 1963) Tiada Belas Kasihan (novel, 1963) Nyonya dan Nyonya (drama, 1963) Sejuta Matahari (novel, 1963) Nasehat buat Anakku (compilation of short stories, 1963) Malam Pengantin di Bukit Kera (drama, 1963) Buang Tonjam (legend, 1963) Ahim-Ha (legend, 1963) Batu Serampok (legend, 1963) Penerobosan di Bawah Laut (novel, 1964) Titian Dosa di Atasnya (novel, 1964) Cross Mama (novel, 1966) Tante Maryati (novel, 1967) Sri Ayati (novel, 1968) Retno Lestari (novel, 1968) Dia Musuh Keluarga (novel, 1968) Sanu, Infita Kembar (novel, 1985) Madu Prahara (novel, 1985) Dosa Kita Semua (novel, 1986) Aura Para Aulia: Islamic poems (1990) Dua Tengkorak Kepala (1999)

Written over a period of several years and influenced by European literature, Siti Akbari differs from earlier syairs in its use of suspense and emphasis on prose rather than form. It also incorporates European realist views to expand upon the genre, although it maintains several of the hallmarks of traditional syairs. Critical views have emphasised various aspects of its story, finding in the work an increased empathy for women's thoughts and feelings, a call for a unifying language in the Dutch East Indies (now Indonesia), and a polemic regarding the relation between tradition and modernity. Siti Akbari was a commercial and critical success, seeing two reprints and a film adaptation in 1940. When Sjair Abdoel Moeloek's influence became clear in the 1920s, Lie was criticised as unoriginal. However, Siti Akbari remains one of the better known syairs written by an ethnic Chinese author. Lie was later styled as the "father of Chinese Malay literature".

The Sultan of Hindustan, Bahar Oedin, is infuriated after his uncle Safi, a trader, dies while imprisoned in Barbari. As the Abdul Aidid, the Sultan of Barbari, has greater military power, Bahar Oedin bides his time and plans his revenge. Meanwhile, Abdul Aidid's son Abdul Moelan marries his cousin, Siti Bida Undara. Two years later, after Abdul Aidid dies, Abdul Moelan goes on an extended sea voyage, leaving his wife behind. In the nearby kingdom of Ban, Abdul Moelan meets and falls in love with Siti Akbari, daughter of the Sultan of Ban. The two soon marry and, after six months in Ban, return to Barbari. Siti Bida Undara, at first upset at the thought of sharing her husband, soon becomes close friends with Siti Akbari. Shortly thereafter Bahar Oedin takes his revenge, capturing Abdul Moelan and Siti Bida Undara. When the sultan tries to capture Siti Akbari, he discovers a body in her room and believes it to be hers. He takes his captives back to Hindustan and imprisons them. Unknown to him, the pregnant Siti Akbari has faked her death and escaped. After several months she finds protection under Syaikh (Sheikh) Khidmatullah, under whose protection she gives birth. He trains her in silat (traditional martial arts) so she can free her husband. Leaving her son in Khidmatullah's care, she begins her travels. When seven men accost and attempt to rape her, she kills them. Taking their clothes and cutting her hair, she disguises herself as a man and takes the name Bahara. After arriving in Barbam, she stops a war between two claimants to the region's throne. She kills the usurper, then takes his head to the rightful heir to the throne, Hamid Lauda. In thanks Hamid Lauda rewards Siti Akbari with rule over Barbam and allows the "Bahara" to take his sister, Siti Abian, in marriage. Siti Akbari, keeping her disguise as Bahara, leaves Barbam to go to Hindustan and recover her husband. With the help of two advisors who have found the Sultan's disfavour, she is able to reconnoitre the area. She eventually captures Hindustan with her army, conquering the sultanate on her own, killing Bahar Oedin, and freeing Abdul Moelan and Siti Bida Undara. While still disguised, Siti Akbari repudiates Siti Abian and gives her to Abdul Moelan before revealing her true identity. The different kingdoms are then divided amongst the male protagonists, while Siti Akbari returns to her role as a wife.

logo